Buat teman2 sejawat yang penasaran dengan pelatihan Advanced Cardiac Life Support/ACLS, gw akan memberikan panduan mulai dari pendaftaran sampai selesai acara. Di sini karena gw mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Perki House, jadi panduannya ya sesuai dengan pelatihannya Perki House. Ada berbagai versi pelatihan ACLS yang ada di Indonesia, jadi mungkin kalo beda penyelenggara, beda juga tatacara/prosedurnya.

Pendaftaran

  1. Sebelum mendaftar perlu diketahui bahwa bagi semua peserta yang belum mendapatkan STR (surat tanda registrasi), sertifikatnya nanti akan berlaku, namun 14 SKP-nya tidak dihitung. Pertimbangkanlah baik-baik…
  2. Dapat dilakukan lewat group di facebook, atau via SMS/telp ke 08170825883 (dr. Danar K. & friends; selanjutnya gw sebut sebagai contact). Saran gw, tanyakan dahulu periode mana yang masih ada tempat kosongnya. Sesuaikan dengan waktu yang kalian punya.
  3. Nanti kita akan dapetin SMS berisi cara pendaftaran, biaya transfer pelatihan, nomor rekening, dan sebagainya. Kalau kurang jelas tanyakan langsung ke nomor contact tersebut.
  4. Setelah mentransfer, data kalian (nama, alamat, asal univ dan tahun lulus, tanggal pelatihan, dan semacamnya) beserta bukti transfer harap difax ke nomor yang dituju (ada juga dalam SMS). Konfirmasikan ke contact bahwa kalian sudah fax data kalian.
  5. Pengambilan bahan harus dengan membawa bukti fax ke senat mahasiswa FKUI di Salemba. Boleh diwakilkan. Kalian akan mendapat 1 buku/modul panduan pelatihan (sekarang sudah versi bahasa Indonesia), denah lokasi, dan daftar acara.
  6. Menjelang tanggal pelatihan kalian akan dapat SMS yang memberitahukan bahwa pada tanggal pelatihan kalian harus membawa foto (gw lupa fotonya berapa kali berapa, kalo tidak salah 4 kali 6, yg jelas berwarna dan 2 lembar) dan modul.
  7. Setelah semua siap, jaga stamina, jangan sampai sakit pada tanggal pelatihan, karena untuk penundaan/reschedule ada dendanya (cukup besar, tapi gw agak lupa berapa tuh dendanya). Satu alasan lain adalah karena pelatihannya 3 hari penuh, datang pagi pulang malam, jadi kondisi harus dijaga benar jangan sampai kalian jatuh sakit.

Tempatnya dan common rule

  1. Untuk ACLS Perki House, tempat pelaksanaannya *biasa sih* di Gedung Perki House di daerah Bendungan Hilir. Alamatnya Jl. Danau Toba no.139 Jakarta Pusat. Di depannya lewat angkot biru kecil bernomor 38 (walaupun agak jarang…). Angkot nomor 38 ini lewat di daerah Tomang dan Grogol.
  2. Lapangan parkirnya kecil, buat yang mau membawa kendaraan, bisa parkir di RS Mintoharjo di dekatnya (biasa diberitahukan juga via SMS).
  3. Coffee break tiap hari 2 kali (sekitar pukul 9.30-10.00 dan pukul 15.00-15.30) ditambah 1 kali lunch (sekitar pukul 12.00-12.30). Makanannya lumayan enak, tapi jangan kebanyakan makan ya (hihi)…

Pelatihan hari 1

  1. Hari pertama dimulai jam 07.00 pagi, dengan pretest. Soal pretestnya biasanya *membingungkan* apalagi buat yang belum paham benar sama bahannya. Nggak masalah… asal kalian setidaknya sempat membaca, pasti persentase soal yang bisa lebih dari 50%.
  2. Untuk hari pertama yang dipelajari lebih umum, yaitu bantuan hidup untuk seseorang yang tidak sadar. Disebut juga Basic Life Support. Mulai dari algoritma penanganan, teknik-tekniknya, sampai yang terakhir (pas giliran gw dulu) airway management.
  3. Hari pertama ini cape, pulangnya bisa sampe jam 18.00-19.00…

Pelatihan hari 2

  1. Materi yang sudah diberikan di hari 1, dilanjutkan sedikit di hari 2.
  2. Namun yang terpenting, di hari 2 ini ada pelatihan tim… Inilah inti dari pelatihan ACLS di mana kerja sama tim itu merupakan bekal yang paling dibutuhkan untuk praktik di lapangan. Satu tim terdiri atas 5-6 orang, dengan posisi2: ketua/kapten tim, personil yang membantu pernapasan, personil yang membantu kompresi dada, memasukkan obat2an, dll. Bagian dari pelatihan ini disebut megacode. Kita dituntut cepat dalam mengambil keputusan, akan dilakukan tindakan apa terhadap si korban. Tentunya pemikiran itu berdasarkan teori2 yang sudah diberikan tadi/hari sebelumnya. Intinya: Megacode menegangkan, tapi seru…
  3. Malam Minggu, jangan lupa belajar megacode, supaya ujian hari Minggu besoknya lancar. Jangan begadang. Jaga kondisi badan.

Pelatihan hari 3

  1. Hari ujian… Tidak ada pelatihan lagi hari ini.
  2. Sarapan dulu sebelum berangkat, karena coffee break-nya baru jam 10.
  3. Tergantung kebijakan dokter pembimbingnya, ujian bisa dimulai dari Megacode ataupun dari teori dulu. Nanti baru bertukar giliran.
  4. Kebijakan ujian tergantung dokter pembimbing juga. Umumnya buat yang gagal ada kesempatan untuk perbaikan skor.
  5. Siang hari (biasanya habis lunch atau coffee break 2) ditutup dengan acara penutupan dan penyerahan sertifikat.
  6. Selesai deh… dapat pengalaman seru, ilmu menarik, dan 14 SKP. Lumayan kan…

Akhir kata, gw berharap tulisan gw kali ini berguna buat semua…

(hnz)

Advertisements

Karena sistem/cara mengurus STR mengalami sedikit perubahan dibanding periode-periode sebelumnya, jadi buat teman2 yang udah lulus dari ujian kompetensi dokter Indonesia (ukdi), berikut ini adalah langkah-langkah yang harus dilakukan…

1. Sekitar satu bulan setelah tanggal pelaksanaan ukdi (biasanya sich tanggalnya sama. jadi untuk tanggal 14 november, berarti tanggal yang gw maksud: 14 desember), cari tahu di FK tempat pelaksanaan ukdi yang kalian ikutin, apakah surat hasil ujian kompetensi sudah keluar. Jika sudah, buka dan lihat ada 2 lembar kertas. Kertas yang di depan adalah hasil ujian kita, dan yang di belakang adalah petunjuk langkah yang harus ditempuh selanjutnya. Di sini yang dibahas cukup yang lulus ujian saja 🙂

2. Setelah itu tunggu 3-4 minggu, sambil ngecek2 ke teman-teman atau ke KDDKI alias kolegium dokter dan dokter keluarga Indonesia (yang bertempat di Menteng), ke nomor 3150679 / 4800361. Nomor telepon yang 3140816, pada bulan Oktober kemarin pernah gw coba2 tapi disconnect terus, jadi gw lebih menganjurkan ke 2 nomor yg tadi. Nelponnya harus di atas jam 09.30, dengan Bpk Handri {kalo tidak salah}. Yang perlu dicek di sini adalah: apakah sertifikat kompetensi sudah keluar/belum. Adapun untuk mengambilnya bisa sendiri2 maupun kolektif bersama teman-teman / pakai perwakilan FK. Alamatnya di GSSJ Ratulangi no.29, Menteng, Jakarta Pusat. Berkas2 yg didapat di sini: sertifikat kompetensi asli dan fotokopi terlegalisir sebanyak 4 lembar, serta 2 buah buku CPD (yang satu berisi petunjuk, dan yang satu lagi buku log buat kita masing-masing).

3. Pada tanggal2 bersamaan coba juga cek ke KKI (konsil kedokteran Indonesia), yang bernomor telepon 7206623… untuk menanyakan apakah resi untuk pengurusan STR sudah bisa diambil. Jika sudah bisa, resi bisa diambil sendiri2 ataupun kolektif bersama teman-teman. Peran resi ini tidak banyak: setidak-tidaknya hanya meyakinkan kita bahwa berkas2 kita sudah lengkap dan STR sedang dalam proses diurus.

Kalau resinya tidak ada? Berarti ada persyaratan yang belum dilengkapi; bisa data formulir yang kurang lengkap, atau mungkin berkas ijasah/transkrip legalisir. Hal ini mengakibatkan STR belum bisa diproses. Untuk itu kita harus datang sendiri ke kantor KKI-nya [alamat di jl. Hang Jebat III blok F3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan]. Jangan lupa tanyakan persyaratan apa yang kurang sebelum datang. Jangan lupa juga bawa pas foto (siapa tau perlu).

4. Setelah resi di tangan, biasanya 2 minggu kemudian STR mulai dikirim via pos dari KKI ke kantor pos pusat terdekat dengan alamat korespondensi kita masing-masing (yang kita daftarkan waktu mau ikut UKDI). Misalnya untuk domisili Jakarta Barat: ambilnya di kantor pos besar di Daan Mogot-Grogol. Terlebih dahulu kita harus menunggu surat panggilan mengambil STR datang ke rumah via pos. Setelah itu, datangi kantor posnya pada hari kerja (Senin sampai Jumat pukul 8-14). Untuk mengambil STR kita harus memperlihatkan surat panggilan tadi + fotokopi KTP. Begitu berkas STR-nya didapat, sebaiknya di sana langsung cek isinya, apakah ada kesalahan penulisan nama, dan apakah ada dokumen yang kurang. Isinya kalau lengkap meliputi: kartu anggota konsil, STR asli dan 3 lembar fotokopian terlegalisir dalam map hijau bertulisan konsil kedokteran Indonesia.

5. Setelah mendapat STR, yang perlu kita lakukan adalah mendaftar keanggotaan di kantor IDI setempat sesuai dengan tempat tinggal. Contohnya IDI Jakarta Pusat = di Menteng tadi, IDI Jakarta Barat di sebelah gedung RS Sumber Waras, dan sebagainya… Untuk itu kita perlu mempersiapkan: pasfoto berwarna 3×4 dan 2×3 masing-masing 2 lembar, fotokopi ijasah 2 lembar (tanpa legalisir), dan fotokopi STR (tanpa legalisir). Isi formulirnya dan bayar membership fee-nya. Selanjutnya tunggu 6-8 minggu, sambil telpon ke kantor IDI setempat tempat kita mendaftar. Jika ingin mengurus surat izin praktek, IDI setempat ini juga dapat membantu mengeluarkan rekomendasi untuk Dinkes.

Oh ya, ini semata-mata hasil share dari pengalaman gw, jika ada yang salah atau bingung bisa ditanyakan/dikomentari.

 

[hnz]

Welcome to my 100th post!!! Well… sori jika sekarang gw jarang nulisin blog ini… Selain lagi ada kesibukan lain, juga masih mau nyari2 inspirasi, mau nulis tentang apa nih…?

Buat postingan ke-100 ini gw milih nulis tentang forum. Saat ini gw baru ikutan di beberapa forum. Mulai dari forum general sampai forum profesi (yah, tapi belum aktif…). Oh ya, di antara forum2 yg gw ikutin, gw paling banyak aktif di forum IDWS (Indowebster). Ini nih logonya… Bisa diklik untuk menuju ke forum IDWS… 😀

idwsv4b

Alasannya? Selain karena forumnya menggunakan server lokal yang cocok dengan sebagian besar IP (internet provider) di Indonesia – sehingga untuk download kecepatannya lebih tinggi daripada sumber server asing -, juga karena tema yang tersedia di forumnya cukup menarik. Memang tidak terlalu banyak tapi cukup untuk meng-cover tema-tema yang banyak diminati masyarakat… 😀 Di sana terdapat berbagai subforum seperti musik, anime-manga-comic (gw ga ikutan yg ini…hehehe), TV dan cinema, computer, webmaster, hangout places, sports, ilmu pengetahuan, sampai corner (yang isinya pictures gallery, lifestyle, dan komunitas untuk menjalin keakraban sesama members dengan topik2 yg lagi hangat). Oh ya… ada juga room buat meramu-meracik buat yg hobi masak-memasak. Buat para newbie (pendatang / user baru) juga tersedia subforum kritik saran dan pertanyaan dan halaman FAQ yang wajib dibaca sebelum mulai ber-forum.

Hm… sepertinya segitu aja dech review tentang forum IDWS-nya dari gw… Buat yang tertarik, bisa klik gambar logo IDWS di atas untuk melihat2 forumnya secara langsung. Siapa tahu beneran tertarik dan berminat jadi member?

(hnz)

Hm… kmaren menjelang uji kompetensi, gw sempat ngerangkum sebagian catatan mata di zaman preklinik. Yah, memang catatan ini jadinya tidak terlalu lengkap karena tujuannya hanya untuk review buat UKDI… jadi harap maklum… Dan covernya… sebenarnya cover itu sudah dirancang, tapi anehnya waktu convert file ke PDF, eh rancangannya hilang semua. Hiks…. Buku ini juga belum ber-ISBN, jadi tidak apa-lah kalau gw tampilkan gratis.

covermata

Buat teman2 sejawat yang berminat dengan catatan oftalmologi ini, bisa didownload dengan meng-click cover bukunya (filetype PDF, size 4.7 MB). Maaf kalau semuanya serba pas-pasan… Semoga bermanfaat.

(hnz)

Ada dua cara pencegahan tetanus pada seseorang yang terluka, yaitu dengan memberinya imunisasi dengan tetanus toxoid (TT, yang isinya racun bakteri tetanus alias Clostridium tetani yang dilemahkan) atau dengan memberinya serum antitoksin (pilihannya ATS atau imunoglobulin). Sekarang ATS sudah mulai ditinggalkan karena sering memicu reaksi alergi. Adapun imunoglobulin khusus untuk tetanus adalah human tetanus immunoglobulin atau HTIG.

Tapi tidak semua luka perlu mendapat pencegahan tetanus. Cara menilai apakah seseorang membutuhkan pencegahan adalah sebagai berikut:

  1. Nilailah apakah luka kotor atau tidak. Luka baru disebut kotor kalau lukanya bersifat luka tusuk (tertusuk paku, tertusuk benda tajam, dan sejenisnya), luka disertai patah tulang terbuka, luka digigit hewan (seperti anjing atau ikan hiu), luka yang tercemar tanah atau tinja (tinja binatang termasuk), atau luka yang sudah berbau busuk dan banyak nanahnya. Selebihnya, kalau cuma luka lecet atau luka goresan, dianggap luka bersih.
  2. Tanyakan ke korban luka tersebut, kapan terakhir dia mendapat vaksinasi TT. Kebanyakan orang pasti lupa. Kalau sampai si korban menjawab lupa (atau kita tidak bisa mengetahuinya karena suatu dan lain hal), anggap saja si korban belum pernah dapat imunisasi sama sekali. Satu kali vaksinasi TT “berkhasiat” selama 10 tahun. Jadi jika seseorang ingat dirinya pernah divaksin TT dalam 10 tahun terakhir, dia dianggap sudah vaksin TT.

Setelah menentukan jenis luka dan riwayat vaksinasinya, barulah ditentukan apakah metode pencegahan yang akan diberikan kepada si korban luka.

  • Luka bersih, vaksinasi TT terakhir < 10 tahun yang lalu: Tidak usah diberi apa-apa.
  • Luka bersih, vaksinasi TT terakhir > 10 tahun yang lalu atau tidak diketahui: berikan vaksinasi TT 0.5 mL.
  • Luka kotor, vaksinasi TT terakhir < 10 tahun yang lalu: Berikan imunoglobulin 250-500 unit jika lukanya benar-benar kotor.
  • Luka kotor, vaksinasi TT terakhir > 10 tahun yang lalu atau tidak diketahui: berikan vaksinasi TT 0.5 mL dengan imunoglobulin 250-500 unit. Berikan keduanya di tempat terpisah karena efek imunoglobulin dapat menetralkan TT. Biasanya satu di lengan kanan dan yang satu lagi di lengan kiri.

(hnz)

Penanganan terhadap batu saluran kemih berbeda-beda, tergantung pada tempat di mana batu itu ditemukan.

Berikut ini penulis berhasil merangkum sejumlah modalitas terapi yang dapat menjadi alternatif untuk kasus batu saluran kemih, dengan mempertimbangkan lokasi batu dan ukuran diameter batu (dinilai dari foto Rontgen). Sumbernya dari berbagai web dan textbook tentang urologi. Jika ada tulisan yang kurang tepat atau perkembangan yang lebih modern, bisa ditambahkan di bagian komentar.

1. Batu ginjal (di calix/pyelum)

Diameter batu < 5 mm: terapi konservatif (banyak minum, diuretik dan antispasmodik, dan ditunggu 6 bulan, lalu pasien diminta foto Rontgen ulang agar dokter dapat menilai batunya).

Diameter batu 5-20 mm: nefrolitotripsi lewat kulit (percutaneous nephrolitotripsy, PCN) atau ESWL (extracorporeal shockwave lithotripsy)

Diameter batu > 20 mm: operasi terbuka (pielolitotomi, nefrolitotomi), dengan ataupun tanpa radiasi.

2. Batu ureter

1/3 pangkal (proksimal)

*2 cm atau kurang: ESWL atau litotripsi dengan tabung pneumatik.
*lebih dari 2 cm: uretrorenoskopi (URS) atau ureterolitotomi (operasi terbuka).

1/3 tengah

*2 cm atau kurang: litotripsi pneumatik, atau dorong batu ke ginjal untuk di-ESWL.
*lebih dari 2 cm: ureterolitotomi.

1/3 ujung (distal)

*2 cm atau kurang: litotripsi pneumatik, atau tarik batu ke kandung kemih untuk di-ESWL.
*lebih dari 2 cm: ureterolitotomi.

3. Batu kandung kemih (vesica urinaria)

Kurang dari 10 mm: konservatif

*10-20 mm: vesikolitotripsi lewat uretra

*lebih dari 20 mm: vesikolitotomi (operasi terbuka)

4. Batu uretra

*1/3 belakang (posterior): dorong batu ke kandung kemih dengan kateter, lalu pakai anestesi lokal (xylocaine), lakukan vesikolitotripsi transuretral.

*1/3 tengah dan depan (anterior): tarik keluar batu lewat muara uretra. Kalau tidak bisa, bantu dengan meatotomi. Jika masih gagal, coba cara seperti batu uretra letak 1/3 posterior. Dan jika gagal juga, lakukan operasi terbuka (uretrolitotomi).

(hnz)

Akhirnya penulis kembali lagi setelah menghilang selama 1 bulan lebih… Sori buat para pembaca; karena penulis sedang sibuk2nya dlm 1 bulan terakhir ini. Mulai dari ngerjain pesenan, belajar buat ujian (*kompetensi dokter umum nih ceritanya), melaksanakan ujian, en sampai sekarang sedang menunggu hasil ujiannya. Emank sih, kadang2 masih sempat maen game…

Sebagai pembukaan gw (pake gw aja ya, jangan “penulis”, tar formal banget deh gamesnya) ngasih review beberapa games yg sempat dimainkan di waktu senggang dlm 1 bln terakhir.

1. Interpol 2: Most Wanted

Rating penulis: 5/10

Buat yang pernah maen interpol sekuel 1-nya, pasti tau deh game ini. Game yang menarik dan cukup membuat penasaran (terutama kalau sudah tamat 1 kali, pasti penasaran memecahkan rekor waktu sendiri!). Namun sayangnya seperti ngga ada yg baru dari game HO (hidden object) ini kalau dibandingkan dengan predecessornya. Prinsipnya sama, yaitu mengejar buron Interpol ke beberapa negara (ada cina, spanyol, rusia, amrik, dll). Udah gitu tampilan (interfacenya) sama. Dan tidak ada tambahan trik di game ini. Secara umum: average-lah…

2. The Game of Life from HasBro

Rating: 8/10

Pasti udah pada tau Game of Life. Board game mirip monopoli atau ular tangga yg disertai life events (ada school graduation, marriage, dapet anak, dapat pekerjaan, naik gaji, jadi kakek, dsb). Kadang dapat harta karun atau disuruh bayar pajak utang sama bank. Di versi HasBro ini Game of Life disertai dengan fitur Enhanced Play, di mana Anda bisa mendapatkan kartu berhadiah acak (gw agak lupa istilah kartunya apa); dan Anda bisa memainkan investasi (investment) nomor putaran roda. Pemain bisa sampai 4-6 orang; bisa main lawan kompie atau lawan teman-teman Anda. Lumayan seru deh pokoknya :D. En grafiknya keren (buat kompie tua seperti gw, berat…). Tapi overall: OK banget.

3. DinerTown Detective Agency

Rating: 8/10

Karakter-karakter dari sekuels Diner Dash bermain detektif-detektifan. Dimulai dari Bernie Bookworm yang ingin jadi PI (private intestigator); kemudian ia bermitra dengan Flo dalam memecahkan berbagai kasus aneh di DinerTown (ada Karma dan neneknya Flo juga loh). Game ini cukup variatif. Ada bagian di mana kita harus menyusun puzzle, memecahkan berbagai teka teki di arena permainan, menyusun gambar jigsaw, bermain eliminasi dengan wawancara, dan sebagainya. Game yang oke banget dan menarik; khususnya untuk penggemar Diner Dashes.

Special credit to keisye-games.co.cc atas ketiga games ini. Buat Anda yang berminat silakan ke sana untuk mengambil sendiri. Ada banyak games lainnya yang juga menarik; tapi sayangnya gw belum sempat menjajal satu per satu.

Sampai ketemu lagi di tulisan berikutnya…!