Penulis sempat menjadi seorang penggemar PC minigames (sampai komputer mendadak lambat gara-gara terlalu sering install-uninstall games), terutama di jaman-jaman Alonso lagi naik daun jadi juara dunia F1. Salah satunya adalah Diner Dashes (Diner Dash plus sekuel-sekuelnya). Namun karena cukup banyak sekuel yang beredar dan rata-rata hanya dimainkan satu kali sampai tamat oleh penulis (maklum, komputer tua jadi hard disk-nya kecil); harap maklum dan silakan beri masukan atau koreksi jika penulis salah me-review. Misalnya ada yang isinya tak sesuai dengan judul game-nya. Mohon maaf juga review ini kurang lengkap karena absennya 2 sekuel, yaitu Diner Dash Seasonal Snack Pack dan Diner Dash Flo Through Time; oleh sebab penulis belum sempat memainkannya.

Diner Dash

Minigame restoran inovatif yang sangat sukses di pasaran game. Menurut pengamatan penulis, game ini mengilhami banyak permainan dash lainnya (maksud: game yang berbasis pada urutan langkah yang harus dilakukan untuk menyenangkan pelanggan atau pembeli). Mulai dari yang juga berbasis kuniler seperti Cake Mania, sampai yang berbasis lain seperti Sally’s Salon dan Sally’s Spa. Termasuk pula pelesetan ala Spongebob Squarepants! Di permainan keluaran 2004 ini Anda memerankan Flo, seorang karyawati yang punya ide membuat usaha restoran setelah ia dipecat dari kantornya. Anda diharuskan melayani sejumlah tamu restoran dengan baik. Mulai dari mencatat menu, menyajikan makanan, sampai mengumpulkan tip dan menaruh piring sisa makan di bak cucian. Ada beberapa tipe pelanggan. Mulai dari yang nggak sabaran yaitu Business Women (yang digambarkan sebagai wanita berambut pendek dan berkulit gelap dengan pakaian kantoran) sampai yang sangat-sangat penyabar yaitu Seniors (digambarkan sebagai kakek-kakek yang berambut putih dan bertopi). Tingkat kesulitan tiap level terus meningkat. Bahkan di restoran terakhir Flo sudah bisa membawa 4 hidangan sekaligus; dan di level terakhirnya ada 83 kelompok tamu yang datang. Mencapai Expert Score tidak terlalu sulit apabila sudah mengerti pola permainannya. Awas kalau kebanyakan main, ciri-cirinya klik mouse sering gagal. Hati-hati juga kalau Anda mulai mengalami gejala mirip-mirip carpal tunnel syndrome. Tangan kaku, pergelangan tangan sakit, dan agak kesemutan.

My rating: 7.5/10

Diner Dash 2: Restaurant Rescue

Ceritanya setelah sukses di Diner Dash, Flo menolong empat orang sahabatnya; kesemuanya memiliki restoran yang terancam bangkrut dan diambil alih oleh sebuah perusahaan raksasa milik pria berkumis (penulis sudah lupa namanya). Yang pertama adalah café, kedua restoran Italia, ketiga restoran Mexico, dan keempat restoran Oriental (Jepang). Dan yang kelima…? Coba tebak… yang sudah main sepertinya tahu. Sekilas sama saja dengan Diner Dash. Namun sekuel kali ini mengembangkan beberapa unsur kreatif seperti upgrade decor atau upgrade item di tiap awal level. Dari segi teknis, di game ini jauh lebih mudah mendapat expert score dibanding Diner Dash pertama; namun di situlah tantangannya terasa kurang. Tapi overall, cukup oke dan masih inovatif.

My rating: 8/10

Diner Dash 3: Flo on The Go

Sebenarnya game ini biasa saja jika dibanding sekuel sebelumnya; karena hanya beda konsep (di sini Flo pergi berlibur dan mengelola restoran di mana-mana). Hal inovatif yang paling khas dari game ini adalah kostum Flo yang bisa diganti-ganti pola dan warnanya dengan fasilitas wardrobe. Baik itu topi, kacamata hitam, kemeja, apron, sampai sepatunya (lucu :D). Wardrobe ini akan di-upgrade setiap Anda berhasil menyelesaikan level-level tertentu. Adapun wardrobe merupakan ciri khas sekuel ini karena tidak pernah dimuat lagi di sekuel Diner Dash lainnya.

My rating: 7/10

Diner Dash Hometown Hero Gourmet Edition

Ceritanya Flo kembali dalam petualangan mengelola kedai snack di seluruh penjuru kota bersama neneknya. Mereka berniat mengembalikan keramaian kota yang telah memudar. Sampai akhirnya Flo bertemu neneknya di masa lalu dan membantu neneknya di tahun 1970-an sebagai restoran terakhir. Seperti biasa, di setiap awal level kita bisa mendapatkan upgrade fasilitas. Mulai dari dekorasi sampai peralatan memasak dan sepatu. Tapi selebihnya, ide pengembangan permainan ini tidak terlalu kreatif.

My rating: 6.5/10

Parking Dash

Sekuel paling unik. Ceritanya tentang usaha teman Flo (penulis lupa namanya) dalam mengelola usaha parkiran di restoran Flo. Jadi ceritanya nih Flo membuka restoran, Anda yang memainkan tukang parkirnya. Setelah bermain di empat musim, di level terakhir si temannya Flo ini pun ikut Flo terbang ke bulan untuk membuka restoran di sana. Yang perlu Anda lakukan adalah mengatur tempat parkir berdasarkan lama atau sebentarnya si pengunjung itu parkir. Tidak sampai di situ, Anda juga harus menyesuaikan besar mobil dan luas tempat parkir yang tersedia dan kadang-kadang menyapu atau mencuci mobil. Seperti biasa ada beberapa tipe pelanggan yang perlu diperhatikan apabila mereka berbaris dalam antrian. Setiap tipe pelanggan punya mobil yang berbeda-beda sesuai kepribadian orangnya dan warna pakaiannya (lucu :D). Ada juga fasilitas upgrade items tiap kali Anda mulai level baru. Seperti sekuel-sekuel Diner Dash lainnya yang beredar setelah Diner Dash 2: Restaurant Rescue; agak sulit untuk mencapai Expert Score; khususnya di restoran keempat dan kelima. Kalau Anda mati-matian mencoba, awas mouse bisa rusak! (Karena penulis sudah mengalaminya sendiri!)

My rating: 8/10

Cooking Dash

Ini juga sekuel Diner Dash. Tapi tokohnya (yang penulis pun lupa namanya) di sini membantu Flo dalam mengelola kedai. Idenya tidak terlalu kreatif jika kita bandingkan dengan sekuel Diner Dash lain yang juga berurusan dengan restoran. Kalau di restoran mainannya snack dan dessert, di kedai ini disesuaikan menjadi hidangan sosis, telur, steak dan sebagainya. Untuk penggemar berat Diner Dash penulis menganggap game ini recommended. Namun kalau tidak begitu suka atau malas main karena takut mouse Anda rusak, atau takut tangan keseleo; kurang dianjurkan karena tidak begitu inovatif.

My rating: 5/10

(hnz)