Bio

  • Kelahiran: Moenchengladbach (Jerman), 10 Mei 1977
  • Tinggi: 164 cm (5 feetinch)
  • Berat: 58 kg
  • Rambut/mata: pirang/biru

F1 statistics

  • GP debut: GP Australia 2000
  • Kemenangan pertama: (maaf, belum ada!)
  • Fastest lap: 2 kali
  • Tim saat ini: BMW Sauber
  • Nomor mobil 2009: 6
  • Jumlah start: 33 (s/d Turki 2009)
  • Jumlah poin karir: 70 (s/d Turki 2009)
  • Helm: hijau dengan logo sponsor dan cap Q.

Heidfeld di GP Spanyol 2009, credit to www.motorsport.com.

Resume karir F1

  • 1998 McLaren-Mercedes, sebagai test driver
  • 1999 McLaren-Mercedes dan Prost-Peugeot-Gauloises, sebagai test driver
  • 2000 Prost-Peugeot-Gauloises, 17 balapan, poin 0, ranking 20.
  • 2001 RedBull-Sauber-Petronas, 17 balapan, poin 12, ranking 8.
  • 2002 Sauber-Petronas, 17 balapan, poin 7, ranking 10.
  • 2003 Sauber-Petronas, 16 balapan, poin 6, ranking 14.
  • 2004 Jordan-Ford, 18 balapan, poin 3, ranking 18.
  • 2005 BMW-Williams, 14 balapan, 1 pole, poin 28, ranking 11.
  • 2006 BMW-Sauber, 18 balapan, poin 23, ranking 9.
  • 2007 BMW-Sauber, 17 balapan, poin 61, ranking 5.
  • 2008 BMW-Sauber, 18 balapan, poin 60, ranking 6.
  • 2009 BMW-Sauber, 7 balapan, ranking 12 (sampai dengan Turki 2009).

Awal karir

Nicklaus Heidfeld berasal dari keluarga yang hobi karting. Bisa dimaklumi, mereka memang bertempat tinggal sangat dekat dengan sirkuit Nurburgring (iya. Nurburgring yang itu). Keluarga Heidfeld berasal dari kota yang sama dengan keluarga Heinz-Harald Frentzen. Heidfeld memulai karir seperti kebanyakan pembalap Formula 1; lewat karting. Hampir setiap akhir minggu keluarga mereka bermain gokart. Karena sempat ada hambatan dalam hal dimensi fisiknya, ia baru mulai membalap tahun 1988. Dalam 6 tahun ia beralih ke seri balap Formula Ford; di mana ia meraih gelar juara dan memenangkan 8 dari 9 balapan. Tahun 1995 ia memenangkan German International Formula Ford 1800. Prestasi ini membawanya membalap di ajang Formula 3 Jerman bersama Opel Team BSR. Ia kembali memenangkan gelar tersebut. Di tahun 1998 Nick telah memasuki ajang yang paling dekat menuju Formula 1, yaitu International Formula 3000. Nick hanya meraih ranking ketiga karena kalah dari Juan Montoya. Walaupun demikian McLaren yang tertarik dengan prestasi balap juniornya, telah menggunakannya sebagai test driver. Setahun berikutnya Nick baru berhasil menjuarai International Formula 3000 dan turun di ajang Goodwood Festival of Speed 1999. Ia mendapat kursi di Formula 1; walaupun bukan di McLaren; tim yang telah membesarkannya.

Karir Formula 1

Untuk itulah McLaren “menaruhnya” di Prost Peugeot. Heidfeld pertama membalap di Formula 1 di GP Australia 2000; bersama rekan setimnya si pembalap senior Jean Alesi. Sepanjang tahun 2000 mobilnya sangat tidak reliabel, sering retire, dan ia pun gagal memperoleh poin. Tahun berikutnya ia menandatangani kontrak bersama RedBull Sauber Petronas untuk 3 tahun ke depan. Di tahun pertama Nick bersama tim asal Hinwil ini ia bermitra dengan rookie Kimi Raikkonen. Nick dan Kimi sukses membawa Sauber mendapatkan posisi konstruktor keempat; yang terbaik sepanjang sejarah mereka. Nick yang meraih 12 poin bahkan sempat naik podium di GP Brasil 2001 yang disiram hujan lebat. Ia unggul atas teammate-nya, namun sayang performa Kimi keburu membuat McLaren tergiur. McLaren malah mengontrak Kimi; bukan Nick (ia pun sempat kecewa karena hal ini).

Ia tetap menunjukkan performa baik untuk tim mediocre biru-toska tersebut di tahun 2002. Bersama rookie Felipe Massa tim Hinwil ini memperoleh 11 poin. Tujuh dari Nick dan empat dari Felipe. Sayang performa baiknya tak berlanjut di musim 2003. Regulasi poin baru (10-8-6-5-4-3-2-1) yang seharusnya mempermudah tim-tim mediocre mendapat poin; tak bisa dimanfaatkan oleh Nick yang terus menerus finis di luar 8 besar. Tampaknya ia sulit menyesuaikan diri dengan sistem sabuk pengaman baru (HANS) yang sengaja dikembangkan FIA untuk mencegah patah leher. Ia hanya mendapat 6 poin di tahun terakhirnya di Sauber. Pada akhir 2003 kontraknya tak diperpanjang karena Sauber telah mengikat kontrak dengan Fisichella. Hal ini sempat membuatnya kebingungan mencari tim kecil yang mau memakainya. Ia dan agennya pun menemukan Jordan Ford. Seperti yang diperkirakan banyak orang, Jordan Ford tampil buruk di tahun 2004. Dengan mobil yang sangat tidak reliabel dan susah dikendalikan ini Nick berhasil mendapat 3 poin. Penampilannya cukup membuat Mario Theissen, direktur motorsport BMW yang saat itu masih bermitra dengan Williams; tertarik. Nick pun direkrut Williams pada November 2005 untuk melaksanakan ujicoba. Setelah kebingungan memilih antara Nick dan Pizzonia untuk dijadikan pembalap utama, Frank Williams memilih Heidfeld.

Dalam 5 balap pertama Nick tampil tidak begitu baik. Ia hanya sempat mempersembahkan 1 podium di Malaysia 2005 (itupun karena Webber ditabrak Fisichella). Namun Nick dan rekan setimnya Mark Webber tampil impresif di Monako, memberikan Williams double podia finish pertama sejak 2003. Nick pun meraih pole plus podium ketiga di balap berikutnya, Europe 2005. Sayang penampilan buruknya kembali di Kanada dan seterusnya. Karir Nick bersama Williams berakhir dini saat ia mengalami cedera beruntun pada September 2005. Pertama karena ia cedera saat uji coba mobil; lalu ia cedera lagi akibat jatuh dari sepeda. Ia dikontrak oleh BMW-Sauber, tim yang baru dibentuk oleh Mario Theissen.

Di tahun pertamanya dengan BMW, Nick yang bermitra dengan juara dunia 1997 Jacques Villeneuve membalap dengan cukup baik. Mereka langganan finis di zona poin papan bawah. Nick kembali memberikan podium pertama bagi BMW pada GP Hungaria 2006. Di saat bersamaan Jacques tiba-tiba mengundurkan diri dan sejak itulah Nick bermitra dengan Robert Kubica sampai sekarang.

Tahun 2007 ditandai dengan kesuksesan Nick merambah papan tengah bagian atas dalam peta persaingan Formula 1. Ia hanya 2 kali naik podium, namun selain 3 retirements, ia selalu finis dalam zona poin. Nick berhasil mengoleksi 61 poin dan menduduki ranking 5 klasemen pembalap. Di tahun 2008 Nick tampil lebih baik dari segi statistik. Ia 4 kali naik podium (semuanya finis kedua), meraih 2 race fastest lap, dan finis di semua seri balapan tahun 2008. Tapi, ia kalah pamor dibanding Robert Kubica yang langganan naik podium dan bahkan sempat menjuarai balapan Kanada. Isu beredar bahwa Nick akan dilepas oleh BMW. Namun hal ini tidak terjadi. Nick tetap memperkuat BMW untuk setahun lagi. Di tahun 2009, Nick sudah mengoleksi 1 podium di balapan hujan yaitu GP Malaysia. Balapan pertama yang distop sebelum 75% race selesai. Ia hanya mendapat 4 poin dari finis kedua ini. Di sisa balapan yang sudah berlangsung, penampilan BMW biasa-biasa saja dan Heidfeld pun selalu finis di luar zona poin. Di Spanyol 2009, Nick memecahkan rekor finis berturut-turut milik Michael Schumacher dengan finis ke-25 kali secara consecutive sejak GP Cina 2007.

Penghargaan

  • Juara Formula Ford 1800 Jerman 1995
  • Juara Monaco Formula Three Support Race 1997
  • Juara Formula 3 Jerman 1997
  • Juara Formula 3000 Internasional 1999

Rekor-rekor

Masih dipegang Nick sampai Turki 2009. Ironisnya sebagian justru bukan rekor yang benar-benar membanggakan.

  • Poin terbanyak yang dikumpulkan pembalap yang tidak pernah menang; 206 poin.
  • Jumlah GP start terbanyak urutan kedua untuk pembalap yang tidak pernah menang; 159 kali. Ia hanya kalah dari Andrea de Cesaris, yang sudah start 208 kali.
  • Finis podium oleh pembalap yang tidak pernah menang; 12 kali. Memegang rekor ini bersama dengan Stefan Johansson.
  • Finis posisi kedua terbanyak tanpa pernah menang; 8 kali.
  • Finis berturut-turut terbanyak; 27 kali (sejak GP Cina 2007).
  • Menyelesaikan lebih dari 90% balapan berturut-turut terbanyak; 35 kali (sejak GP Prancis 2007).
  • Finis terbanyak dalam 1 musim F1; 18 kali. Memegang rekor ini bersama dengan Tiago Monteiro. Monteiro spesial karena memperolehnya lebih dulu (2005); namun Heidfeld spesial karena ia finis 100% di tahun 2008 tersebut.
  • Pembalap pertama yang menggunakan mobil F1 modern mengelilingi sirkuit Nordschleife (trek Nurburgring klasik) dalam 31 tahun, pada 28 April 2007.

Trivia

  • Nick adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Ayah: Wolfgang Heidfeld; Ibu: Angelika Heidfeld (atau Classen?); Saudara-saudara: Tim Heidfeld (kakak, kelahiran 1973), Sven Heidfeld (adik, kelahiran 25 Oktober 1978). Sven juga pernah jadi pembalap, namun sekarang menjadi komentator motorsport dan pengelola sekolah karting.
  • Nickname: Quick Nick
  • Heidfeld sekarang bertempat tinggal di Stafa (Swiss) dengan tunangannya Patricia Papen. Mereka memiliki 2 anak, yaitu Juni (kelahiran 3 Juli 2005) dan Joda (kelahiran 21 Juli 2007). Uniknya kedua anak tersebut lahir bertepatan dengan grand prix. Juni lahir pada GP Prancis 2005 dan Joda pada GP Europe 2007.
  • Nick dan Patricia sama-sama menyukai lukisan. Bahkan seluruh lukisan di rumah mereka dibuat oleh Pat.
  • Nick hanya memiliki tinggi 164 cm. Sejak kecil ia memang lebih pendek daripada anak seumurannya. Karena itu ia sempat dilarang menyewa kart. Nick akhirnya “boleh” menyewa kart, tapi dengan ganjalan ban di punggungnya agar kakinya sampai ke pedal kart.
  • Nick terakhir kali berdiri di puncak podium balapan pada bulan September 1999.
  • Mengidolakan pebasket Michael Jordan.
  • Mulai membiarkan “rambut-rambut aneh” di wajahnya terus tumbuh sejak musim dingin 2006.
  • Sampai dengan tahun 2004, Nick biasanya menggunakan 2 jam tangan.
  • Penggemar Harry Potter. Ia bahkan pernah terlihat membawa buku “Harry Potter and The Deathly Hallows” dalam sesi uji coba Formula 1 di sirkuit Jerez.
  • Sampai sekarang Heidfeld baru meraih 1 pole position, yaitu di GP Europe 2005 bersama BMW-Williams. Dan 2 buah race fastest lap: GP Malaysia 2008 dan GP Inggris 2008.
  • Nick mendapat ide mengganti helmnya menjadi hijau saat melihat helm serupa waktu ia ikut snowboarding di musim dingin 2008.
  • Di GP Prancis 2007, Nick berhasil menahan si juara dunia 2006 – Fernando Alonso – untuk tidak mendahuluinya selama 34 putaran (Fernie sampai frustrasi loh…).
  • Heidfeld berkeinginan ikut serta dalam balapan 24 jam di sirkuit Nurburgring jika ia nanti pensiun dari Formula 1.
  • Terakhir yang paling unik. Pada konferensi pers setelah kualifikasi GP Australia 2007, Nick ditanyai seorang wartawan L’Equipe tentang perbedaan kedua kompon ban yang harus dipakai dalam satu balapan. Nick pun menjawab untuk terakhir kalinya di sesi tanya jawab itu: “Yang satu ban keras. Yang satunya lagi lunak.” Jawaban yang lucu😀.

(dari berbagai sumber)

(hnz)