Don’t consider math only as a boring subject at school, but consider math as an useful thing in our lives.

(Ini kata gw. Bukan kata siapa-siapa…)

Setelah lama absen di persilatan matematika, I’m coming back! Semoga info-info ini bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari kita semua.

8. Uang Plastik

Eits… ini bukan ilmu buat mengajari Anda cara membobol kartu kredit atau menghitung pagu kredit atau semacamnya (semua istilah ekonomi yang penulis sendiri nggak paham). Karena di sini penulis hanya akan membahas deretan nomor yang tertera di sebuah kartu kredit.

Perusahaan asal

Enam angka pertama dari suatu kartu kredit adalah suatu nomor identifikasi. Nomor ini dikenal juga dengan nama Issuer/Bank Identification Number. Terlalu banyak peluang kombinasi? Cukup dengan melihat nomor pertamanya, Anda bisa tahu jenis perusahaan apa yang mengeluarkan kartu kredit ini.

  • 0: bidang industri lainnya
  • 1: penerbangan
  • 2: sebagian penerbangan, sebagian lagi bidang industri lainnya
  • 3: agen wisata dan hiburan. Contohnya American Express dan Diner’s Club.
  • 4 dan 5: perusahaan bank dan finansial. Contohnya VISA dan MasterCard. VISA biasanya menggunakan seluruh nomor yang berawalan 4.
  • 6: perdagangan dan finansial
  • 7: minyak dan gas bumi (petroleum manufacturer)
  • 8: telekomunikasi dan industri
  • 9: penugasan negara

Tapi dengan melihat beberapa digit di depannya, Anda bisa mengenali perusahaan kartu kredit terkenal. Oh ya, x artinya variabel.

  • 300, 305, 36x, dan 38x adalah tiga digit pertama kartu Diner’s Club.
  • 34 dan 37 adalah dua digit pertama kartu American Express.
  • 51 dan 55 adalah dua digit pertama kartu MasterCard.
  • 6011 adalah empat digit pertama kartu Discover; dan sebagainya.

Nomor pribadi Anda

Lalu apa hubungannya angka di kartu kredit dengan matematika informal? Hubungannya adalah pada nomor kartu itu sendiri. Seperti yang telah disebutkan 6 angka pertama adalah kode bank yang mengeluarkan kartu kredit. Sisa angka yang berderet di belakangnya adalah nomor individual. Sedangkan nomor terakhirnya yang penting untuk validasi nomor kartu. Di antara sejumlah nomor yang menandai kartu secara individual; nomor inilah yang paling penting. Adapun validasi kartu kredit menggunakan algoritma Luhn.

Algoritma Luhn

Bagaimana cara memeriksa nomor kartu kredit dengan algoritma Luhn?

Coba contoh berikut ini:

6004612412397603

Kalikan dua semua angka di nilai tempat genap dihitung dari belakang, secara berselang seling. Angka yang berada di nilai tempat tidak penting langsung diturunkan ke bawah.

6 0 0 4 6 1 2 4 1 2 3 9 7 6 0 3
12 0 0 4 12 1 4 4 2 2 6 9 14 6 0 3

Kalau Anda menemukan angka dengan nilai 10 atau lebih, jumlahkan semua digitnya. Misalnya 10 menjadi 1 + 0 = 1. Dalam kasus ini ada angka 12; artinya angka ini dijadikan 3.

6 0 0 4 6 1 2 4 1 2 3 9 7 6 0 3
3 0 0 4 3 1 4 4 2 2 6 9 5 6 0 3

Jumlahkan semua angka yang ada di barisan bawah sekarang.

3 + 4 + 3 + 1 + 4 + 4 + 2 + 2 + 6 + 9 + 5 + 6 + 3 = 52

Syarat untuk kartu kredit yang valid adalah jumlah seluruh digit di barisan terbawah habis dibagi 10. Nah, 52 kan tidak habis dibagi 10. Berarti nomor kartu yang diberikan itu tidak valid! (Penulis sengaja, supaya tidak ada kartu yang jadi korban kelinci percobaan di sini.)

Kode sekuriti kartu

Terakhir jika Anda melihat di balik kartu kredit Anda, tepat di sebelah tempat tanda tangan (alias signature strip); ada sebuah deretan nomor yang dikenal dengan istilah Card Security Code. Kode ini dimaksudkan untuk mencegah penyalahgunaan kartu kredit oleh orang tak dikenal (kecuali jika orang tak dikenal itu mengerti juga tentang hal ini!). Ada tiga macam CSC; yaitu CVC1, CCID, dan Contactless Card. Tapi penulis nggak akan membahasnya di sini karena udah OOT (out of topic).

Referensi

  1. http://www.merriampark.com/anatomycc.htm
  2. http://en.wikipedia.org/wiki/Luhn_algorithm

(hnz)