Penulis belum pernah menulis review untuk film. Jadi harap maklum kalau ada aspek yang kurang dibahas atau kurang mengena dengan kritik resmi yang sudah beredar.

1. Slumdog Millionaire (November 2008)

What’s about: Jamal Malik adalah seorang remaja Muslim mantan anak jalanan yang selangkah lagi menjadi peserta pertama di Who Wants To Be A Millionaire versi India yang meraih hadiah utama 20 juta rupee. Diceritakan juga bagaimana kehidupannya sejak anak-anak. Mulai dari saat keluarganya tewas dalam serangan anti-Muslim, penangkapan ia dan saudaranya Salim oleh gangster, kehidupan yang berpindah-pindah, sampai saat Jamal ditangkap dan diinterogasi polisi. Ditambah juga dengan konflik Jamal dengan Salim; serta cerita cinta Jamal dengan Latika, seorang teman yang ia temui saat bekerja untuk gangster.

What I think: Film yang memenangkan 8 Oscar tahun 2009 ini mampu menggambarkan kehidupan di India dengan jelas dan menarik; walaupun alurnya maju mundur; sehingga bisa menjadi agak membingungkan. Namun tetap membuat penasaran sampai akhir. Nilai kemanusiaan di dalamnya oke juga. Antara lain dalam hal semangat, perjuangan, dan keyakinan. Drama yang unik ini boleh dibilang highly recommended.

My rating: 8.5/10

2. The Curious Case of Benjamin Button (Desember 2008)

What’s about: Perjalanan hidup Benjamin Button yang lahir tahun 1918; dan berjalan mundur. Lahir dengan fisik menyerupai lansia berumur 80-an, dibesarkan di lingkungan panti jompo, dan terus mengalami pertumbuhan menjadi semakin muda. Pada tahun 1930 ia bertemu dengan Daisy, seorang anak berumur 6 tahun. Hubungan mereka naik turun dalam sekian tahun, walaupun akhirnya mereka hidup bersama dan memiliki anak bernama Caroline. Karena sadar dirinya tumbuh semakin muda dan fakta ini mungkin dapat membuat syok anaknya; Benjamin meninggalkan Daisy dan memintanya menikah dengan pria “normal”. Selanjutnya? Mungkin Anda sudah tahu.

What I think: Film yang memenangkan 3 Oscar tahun 2009 ini cukup bagus jika dilihat dari aspek drama dan nilai kemanusiaannya. Bagaimana Button belajar menghargai kehidupan pada awal hidupnya, saat menyadari teman-teman panti jomponya banyak yang satu persatu meninggal. Namun sayangnya setting latar yang “Hollywood banget”,  adegan nanggung, dan alur yang sangat lambat; menjadi nilai minus dari film kedua duet Brad Pitt – Cate Blanchett ini (setelah Babel). Recommended.

My rating: 7.5/10

3. Seven Pounds (Desember 2008)

What’s about: Tim Thomas, yang menggunakan nama Ben; berniat menggenapkan menolong 7 orang dengan memberikan 6 organ tubuh dan harta miliknya. Ia melakukannya atas rasa bersalah sebagai penyebab kematian istrinya dan 6 orang lainnya dalam sebuah kecelakaan mobil. Ia pernah memberikan sebagian hati untuk wanita pekerja sosial bernama Holly, paru-paru untuk adiknya Ben (yang namanya juga dipinjam), ginjal untuk temannya George, dan sumsum tulang untuk anak bernama Nicholas. Selanjutnya Tim mendonasikan rumah dan seluruh hartanya untuk wanita Hispanik korban kekerasan rumah tangga bernama Connie dan anak-anaknya; dan terakhir ia bunuh diri dengan ubur-ubur untuk menyumbangkan kornea kepada penjual daging bernama Ezra dan seorang wanita penderita gagal jantung bernama Emily Posa. Tim dan Emily sempat berhubungan dekat sebelum Tim bunuh diri.

What I think: Dari segi tema ceritanya, film ini cukup membuat banyak orang terharu (tapi penulis adalah pengecualian karena ekspresinya yang selalu datar :D). Smith dan Dawson juga berperan dengan baik; cocok dengan ceritanya. Namun akhir cerita yang “sudah tertebak dari awal” dan alur yang lambat (untuk mencapai ending saja sekitar 2 jam) sekaligus mellow membuatnya jadi kurang menarik. Apalagi untuk dinikmati lebih dari satu kali, sangat tidak mungkin. Recommended hanya bagi yang penasaran atau yang menggemari drama romantis. Bagi penggemar kejutan pada ending cerita, highly unrecommended….

My rating: 2/10

4. Push (Februari 2009)

What’s about: Sejumlah manusia dengan kemampuan super dikejar-kejar oleh kelompok Division yang ingin melakukan eksperimen fisiologis pada mereka. Para peneliti ingin menciptakan suatu formula untuk memaksimalkan kekuatan yang dimiliki manusia-manusia tersebut. Nick Gant dan ayahnya termasuk 2 di antara manusia super tersebut. Ayah Nick dibunuh oleh agen Carver, seorang Division. Bertahun-tahun kemudian Nick (Mover) bertemu dengan Cassie (Watcher), seorang anak 13 tahun yang ibunya ditangkap oleh Division untuk jadi korban penelitian mereka. Selanjutnya, mereka pun bertemu dengan beberapa manusia super lainnya; antara lain Kira (Pusher) dan Pinky (Shadow). Dan… (masih panjang, lihat sendiri deh…)

What I think: Dari konsep cerita, Push sangat mirip dengan serial Heroes season 3 (volume 4), sampai-sampai penulis (mungkin juga yang lain) bingung konsep siapa yang meniru dan siapa yang ditiru. Dari segi efek kamera, cukup bagus walaupun agak hiperbolik (terlalu wah atau gimana gitu…). Bagian menarik lainnya adalah permainan taktik “amplop merah”, di mana akhirnya manusia-manusia super tersebut berhasil menaklukkan para pengejarnya. Namun yang agak membuat “kesal” adalah ending ceritanya yang terkesan dipaksakan. Dianjurkan bagi penggemar sci-fi action. Tapi secara umum, not recommended.

My rating: 3/10

5. Knowing (Maret 2009)

What’s about: Bermula dengan ditemukannya kertas misterius dari dalam time capsule 50 tahun sebelumnya yang berisi deretan angka tak jelas oleh Caleb Koestler. Tidak sengaja mengetahui bahwa salah satu deretan angka “menjelaskan” musibah WTC 11 September 2001 lengkap dengan jumlah korban meninggal yang akurat; ayah Caleb yang bernama John Koestler terus menyelidiki angka-angka dalam kertas tersebut. Akhirnya ia menyadari bahwa kertas itu meramalkan musibah-musibah besar yang akan terjadi dalam 50 tahun, terhitung sejak tahun 1959; dengan akurat. Masih ada 3 musibah yang belum terjadi. Koestler pun mencari wanita yang menulis kertas tersebut; namun hanya menemukan putrinya yaitu Diana Wayland. Setelah menyadari bahwa ternyata musibah terakhir akan memusnahkan kehidupan di muka bumi, John menyerahkan anaknya untuk diambil oleh The Strangers yang misterius untuk dibawa ke dunia lain; sementara itu terjadilah solar flare yang memusnahkan seluruh kehidupan.

What I think: Temanya cukup mengena dengan isu tentang dunia yang diperkirakan kiamat pada 2012. Cukup membuat penontonnya berpikir dan penasaran apa yang akan terjadi pada adegan selanjutnya. Namun memasukkan konsep alien dalam akhir film ini cukup banyak membuat orang “illfeel” (termasuk penulis) dengan berpikir “alien lagi, alien lagi” atau “hah? Kenapa akhirnya begini?”. Terlepas dari konsep alien itu sendiri, sebenarnya film ini cukup menarik dan bernilai positif dari segi kemanusiaan. Misalnya nilai tentang memaafkan orang lain (paling tidak itu yang paling mengena di hati penulis :D). Recommended bagi penggemar misteri; namun tidak bagi yang sudah bosan dengan tema alien.

My rating: 6.5/10

6. Angels and Demons (Mei 2009)

What’s about: Diangkat dari novel Dan Brown dengan judul sama. Pertarungan tersembunyi antara gereja dan CERN, sebuah organisasi yang menciptakan materi Ilahi untuk membuktikan asal usul alam semesta. Robert Langdon dihubungi Vatikan begitu mengetahui tabung antimateri hilang di sana. Turut dipanggil juga ilmuwan wanita dari CERN, Vittoria Vetra. Kebetulan di Vatikan sedang berlangsung konklaf untuk memilih Paus baru menggantikan Paus lama yang belum lama meninggal. Empat orang kardinal Preferiti hilang dari konklaf. Dengan bantuan pasukan Garda Swiss, Richter, dan camerlengo McKenna; mereka mencari petunjuk ke mana lenyapnya para Preferiti, yang mereka duga ada kaitannya dengan tabung antimateri. Mereka hanya berhasil menyelamatkan kardinal terakhir yang menginformasikan lokasi si pembunuh. Sementara itu Richter tewas dibunuh McKenna. Tabung antimateri itu pun diledakkan di udara oleh McKenna, yang akhirnya melompat dari helikopter untuk kembali ke basilika. Setelah rahasianya bersama Richter terbongkar, McKenna bunuh diri dengan api karena kecewa dengan keputusan pihak gereja.

What I think: Cerita yang masih kontroversial dari segi religi. Tapi berbeda dengan Da Vinci Code, film ini memiliki perbedaan yang cukup besar jika dibanding dengan novelnya. Mulai dari karakter sampai jalan cerita. Namun intinya tetap sama; dan membuatnya masih tetap menarik; walaupun bagi penulis tidak semenarik novelnya. Untuk yang sudah membaca bukunya, mungkin cerita ini tidak lagi terlalu misterius dan inilah yang dapat mengurangi nilai menarik dari film ini. Untuk yang penasaran, anjuran penulis cukup sebatas recommended saja.

My rating: 7/10

(hnz)