Berikut hasil GP Turki 2009 dikutip dari link ini.

Pos. Driver Team Tyres Time
1 J. Button Brawn GP 1:26:24.848
2 M. Webber Red Bull + 6.714
3 S. Vettel Red Bull + 7.461
4 J. Trulli Toyota + 27.843
5 N. Rosberg Williams + 31.539
6 F. Massa Ferrari + 39.996
7 R. Kubica BMW + 46.247
8 T. Glock Toyota + 46.959
9 K. Räikkönen Ferrari + 50.246
10 F. Alonso Renault + 1:02.420
11 N. Heidfeld BMW + 1:04.327
12 K. Nakajima Williams + 1:06.376
13 L. Hamilton McLaren + 1:20.454
14 H. Kovalainen McLaren + 1 laps
15 S. Buemi Scuderia Toro Rosso + 1 laps
16 N. Piquet jr. Renault + 1 laps
17 A. Sutil Force India F1 + 1 laps
18 S. Bourdais Scuderia Toro Rosso + 1 laps

….

Menempatkan para pembalap dalam formasi poin…

  1. Jenson Button 61
  2. Rubens Barrichello 35
  3. Sebastian Vettel 29
  4. Mark Webber 27.5
  5. Jarno Trulli 19.5
  6. Timo Glock 13
  7. Nico Rosberg 11.5
  8. Felipe Massa 11
  9. Fernando Alonso 11
  10. Kimi Raikkonen 9
  11. Lewis Hamilton 9
  12. Nick Heidfeld 6
  13. Heikki Kovalainen 4
  14. Sebastien Buemi 3
  15. Robert Kubica 2
  16. Sebastien Bourdais 2

Dan… teams dalam formasi poin:

  1. Brawn GP 96
  2. Redbull Racing 56.5
  3. Toyota Panasonic 32.5
  4. Ferrari 20
  5. McLaren Mercedes 13
  6. Williams 11.5
  7. Renault 11
  8. BMW Sauber 8
  9. Scuderia Toro Rosso 5

Seperti yang Anda lihat, GP Turki 2009 kembali menampilkan pertarungan yang “tidak sengit”. Mengapa demikian? Jenson Button kembali menang dengan “mudah”. Brawn memperlihatkan bahwa mobil mereka benar-benar sempurna saat ini. Cepat dan reliabel. Retirement Barrichello kemarin merupakan yang pertama dan satu-satunya selama ini untuk Brawn GP. Selain itu, pembalap Inggris berumur 29 tahun ini telah memenangkan 6 dari 7 seri yang sudah dijalani di musim F1 2009 ini. Satu-satunya race di mana Jenson tidak menang adalah Cina 2009, yang dimenangkan oleh Sebastian Vettel (ini pun Button juara 3). Vettel hanya mampu “mengganggu” dari segi kualifikasi. Kita pun sudah bisa menebak bahwa Vettel membawa bahan bakar paling ringan bersama Fernando Alonso. Ternyata benar! Dengan kalkulasi taktik pitstop, sudah bisa dipastikan sejak sebelum balapan, bahwa Gents (apa Jense?) pasti keluar sebagai pemenangnya.

Pengalaman ini membuat kita serasa balik ke F1 musim 2004. Di mana saat itu setelah race ketujuh, Michael Schumacher juga telah memenangkan 6 dari 7 race. Atau F1 2002? Di mana Schumi selalu naik podium di semua race yang ada (persis seperti Button saat ini). Tidak ada persaingan berarti di papan atas. Justru yang lebih menarik adalah aspek lainnya. Bagaimana persaingan drivers dan team papan tengah; melihat bagaimana kebangkitan Ferrari dan McLaren, dominasi super Alonso terhadap Nelsinho Piquet, perjuangan Heidfeld memperpanjang rekor finis berturut-turutnya (sudah 27 races!), dan perjuangan Kubica yang sangat sulit mendapatkan poin di musim ini (Kontras kan sama musim lalu).

Out of race

Usai GP Turki 2009, banyak berita kembali tersiar dari kalangan formula satu. Yang paling anyar adalah penolakan penggunaan KERS untuk Formula 1 season 2010. KERS alias Kinetic Energy Recovery System memang dikenal berat dan mahal dari segi biaya operasional. BMW sebagai salah satu team yang pertama kali memakainya di awal musim ini mengakui bahwa KERS memberatkan beban mobil dan mempengaruhi kecepatan mobil di trek (apa cuma alibi oleh Nick dan Robert? Entahlah…). Ternyata FOTA (Formula One Teams Association) pun akhirnya tidak menyetujui penggunaan KERS pada musim F1 2010.

Mengenai isu pengunduran diri sejumlah tim sebagai protes terhadap kebijakan pengetatan biaya operasional serta isu KERS untuk F1 2010, mendapat tanggapan dari Felipe Massa. Driver Ferrari tersebut mengecam keputusan FOTA untuk melakukan pendekatan lebih serius terhadap FIA dalam hal penentuan kebijakan dan regulasi F1, tanpa mempertimbangkan pendapat dari masing-masing tim dengan lebih serius. Massa bahkan berkomentar mengancam, bahwa para pembalap dapat menyelenggarakan kompetisi balapan yang terpisah dari campur tangan FOTA.

(rangkuman beberapa artikel dari f1.gpupdate.net)

(hnz)