Mastektomi merupakan salah satu prosedur terapi kanker payudara. Walaupun mastektomi umumnya hanya membutuhkan waktu 1-2 hari perawatan di rumah sakit, namun dampak yang ditimbulkan lebih lanjut mungkin lebih serius. Mulai dari masalah psikologis, penampilan, sampai kecemasan dan depresi yang disebabkan si pasien merasa risih dengan bentuk tubuh dan kewanitaannya. Untuk itu, para ahli terus mengembangkan berbagai cara untuk melakukan rekonstruksi payudara postmastektomi.

Konsep rekonstruksi payudara secara umum terdiri atas dua langkah utama, yaitu rekonstruksi payudara dan rekonstruksi areola-puting. Rekonstruksi payudara dapat memakai bahan implan ataupun jaringan tubuh pasien sendiri. Rekonstruksi areola-puting dilakukan setelah rekonstruksi payudara dan seluruh terapi adjuvan terhadap kanker selesai. Kadang diperlukan langkah ketiga, yaitu rekonstruksi payudara kontralateral. Namun langkah ini hanya untuk kepentingan estetik, yaitu agar kedua payudara tampak simetris.

Berikut adalah beberapa metode yang dianjurkan oleh Memorial Sloan-Kettering Cancer Center dan Weill Medical College of Cornell University (2008).

1. Rekonstruksi payudara dengan implan atau tissue expander

Gambar skematisnya dapat diambil di sini.

Segera setelah operasi, implan atau jaringan untuk tissue expander dicangkokkan submuskular (di bawah m.pectoralis major dan m.serratus anterior). Jaringan ini kemudian dipompa dengan larutan NaCl 0.9% sampai 20% dari volume implan yang diharapkan. Implan permanen selanjutnya dipasang untuk menggantikan tissue expander 4 minggu berikutnya.

Jaringan cangkok dapat diganti dengan silikon gel. Keuntungan silikon adalah tidak terlalu keras dan payudara hasil rekonstruksi lebih mudah dibentuk. Namun kelemahannya adalah apabila silikon bocor ke jaringan sekitar, risiko keracunan diperkirakan lebih tinggi (walaupun belum ada buktinya). Silikon gel, dengan penggunaan yang benar dan tindakan pencangkokan oleh dokter ahli, ternyata tidak berkaitan dengan kanker.

Keuntungan metode rekonstruksi implan adalah waktu operasi yang lebih singkat daripada jika rekonstruksi menggunakan jaringan tubuh pasien sendiri, sehingga risiko anestesi lebih kecil. Selain itu juga biayanya lebih murah. Namun kelemahannya adalah risiko infeksi atau reaksi penolakan lebih tinggi. Peluang infeksi atau perdarahan juga lebih besar.

Selain rekonstruksi dengan implan, ada tiga macam metode rekonstruksi autogenik yang diperkenalkan oleh Memorial Sloan-Kettering Cancer Center dan Weill Medical College of Cornell University (2008), yang akan dibahas pada nomor 2 sampai 3.

2. Rekonstruksi payudara dengan TRAM flap (menggantung)

Gambar skematiknya dapat diambil di sini.

TRAM adalah singkatan dari transverse rectus abdominis myocutaneous. Rekonstruksi payudara dilakukan dengan membuat flap yang berasal dari sebagian serat m.rectus abdominis. Lalu flap dijahitkan di bawah kulit menuju daerah yang mengalami defek otot pada daerah sekitar payudara. Lemak m.rectus abdominis diambil sebagian untuk membentuk massa payudara. Kemudian fascia disatukan (lihat fascial closure pada gambar) untuk meminimalisasi komplikasi hernia.

3. Rekonstruksi payudara dengan TRAM flap (bebas)

Gambar skematisnya dapat diambil di sini.

Di sini fascia m.rectus abdominis dibuka dan serabut otot diambil sebagian pada perut bagian bawah, untuk membentuk flap. Setelah itu flap dicangkokkan pada daerah payudara. Karena flap masih mengandung pembuluh darah epigastrika inferior dalam (DIEA dan DIEV), maka penyambungan pembuluh darah (anastomosis) perlu dilakukan terhadap pembuluh darah torakalis interna (ITA dan ITV).

Tindakan ini memiliki beberapa risiko; misalnya hernia (akibat pengambilan serabut otot), risiko anestetik (karena waktu operasi yang lama), dan trombosis (sumbatan sewaktu menyambung pembuluh darah).

4. Rekonstruksi payudara dengan flap m.latissimus dorsi, tissue expander, dan implan.

Gambar skematisnya dapat diambil di sini.

Metode rekonstruksi kombinasi. Flap diambil dari m.latissimus dorsi (nama otot dari punggung), kemudian dicangkokkan pada otot dada. Selanjutnya dimasukkan tissue expander di bawah otot dan pompa sampai berukuran 20% dari volume yang ditargetkan.

Daftar istilah dan singkatan

  • DIEA: deep inferior epigastric artery (arteri epigastrica inferior profunda)
  • DIEV: deep inferior epigastric vein (vena epigastrica inferior profunda)
  • Fascia: lapisan pembungkus serat otot
  • Flap: jaringan penutup atau pengganjal
  • ITA: internal thoracic artery (arteri thoracalis interna)
  • ITV: internal thoracic vein (vena thoracalis interna)
  • Mastektomi: pengangkatan jaringan payudara

Referensi

Cordeiro PG. Breast Reconstruction after Surgery for Breast Cancer. N Engl J Med 2008; 359: 1590-1601.

(hnz)