Sucralose

Sukralosa /sukralose merupakan pemanis buatan terakhir yang akan dibahas di sini. Sukralosa tidak menghasilkan kalori, walaupun rasanya sangat-sangat manis (400-600 kali sukrosa). Dengan penambahan sedikit saja sudah diperoleh rasa manis yang cukup untuk suatu makanan. Sukralosa memiliki keunggulan dari sifatnya yang stabil dan mampu bertahan dengan pemanasan, sehingga dapat dipakai untuk industri makanan yang butuh pemanasan. Merk sukralosa yang beredar di pasaran Amerika Serikat antara lain SucraPlus dan Splenda.

Sukralosa ditemukan oleh peneliti dari Tate & Lyle, yang merupakan bagian dari King’s College London, Inggris. Sukralosa dibuat langsung dari sukrosa. Dari strukturnya saja dapat dilihat bahwa sukralosa sangat mirip dengan sukrosa. Tiga dari delapan gugus hidroksi pada struktur sukrosa diganti dengan atom klorida. Klorida ini berada dalam jumlah tidak berbahaya, karena dalam jumlah kecil, klorin terdapat dalam air cucian sayuran dan buah. Biasanya orang-orang pun tidak keracunan klorin jika “mengkonsumsi” klorin dari sumber-sumber ini. Sukralosa hampir tidak pernah mengalami deklorinasi dalam tubuh. Lagipula sukralosa tidak larut dalam lemak, yang membuat peluang toksikasi klorin menjadi kecil.

Sukralosa sudah disetujui penggunaannya sejak tahun 1990-an di Kanada dan Australia, sampai sekarang telah diperbolehkan peredarannya di lebih dari 80 negara. Sukralosa diyakini aman baik untuk anak, pasien diabetes melitus, maupun ibu hamil. Saat ini sukralosa dipakai dalam banyak produk makanan; antara lain jus buah, puding, sereal, minuman, permen karet, kopi dan teh instan, cokelat konfeksi, saos, selai, jeli, produk olahan susu, produk olahan daging, suplemen makanan, cemilan, dan obat-obatan.

Anjuran konsumsi sukralosa menurut pemerintah Kanada (ADI) adalah 15 mg/kgBB; walaupun penelitian lain menunjukkan efek samping tidak muncul sampai dengan konsumsi harian 1500 mg/kgBB. Efek samping pernah ditemukan pada konsumsi melebihi estimated daily intake (EDI) 1.1 mg/kgBB. Selain itu pada percobaan hewan, ditemukan efek hipertrofi timus pada konsmsi lebih dari 3000 mg/kgBB selama 4 minggu. Ini setara dengan konsumsi Splenda 4300 bungkus per hari. Dosis yang sangat besar. Karena itulah sukralosa masih dianggap aman sampai saat ini.

Referensi

  1. http://www.ific.org/publications/brochures/upload/sucralosebrochure.pdf
  2. http://en.wikipedia.org/wiki/Sucralose

(hnz)