Obat-obatan, seperti yang kita ketahui, dapat menimbulkan berbagai efek samping. Salah satunya adalah efek hepatotoksik; yaitu efek samping kerusakan sel-sel atau jaringan hati dan sekitarnya akibat konsumsi suatu obat.

Efek hepatotoksik yang dikenal ada beberapa macam, yaitu:

  • Kerusakan parenkim hati dengan cepat, menyerupai gejala hepatitis viral akut.
  • Kerusakan parenkim hati dengan lambat, menyerupai gejala hepatitis kronik aktif.
  • Infiltrasi lemak pada sel-sel hati, menyerupai gejala fatty liver.
  • Menghambat ekskresi empedu sehingga menimbulkan ikterus obstruktif, menyerupai gejala kolestasis.
  • Merusak sel-sel saluran empedu secara perlahan-lahan, menyerupai gejala sirosis biliaris.
  • Menyebabkan granuloma sel-sel hati.
  • Menyebabkan perlukaan pada parenkim hati, sehingga mendorong terbentuknya jaringan parut (fibrosis) menyerupai sirosis hati.
  • Mendorong terjadinya tumor hati.
  • Merusak sistem pembuluh darah portal hati.

Mengapa suatu obat dapat bersifat hepatotoksik? Diduga sebabnya bersifat multifaktorial, namun ada beberapa mekanisme yang sudah diketahui dapat membuat obat tertentu bersifat hepatotoksik.

  1. Peroksidasi lipid. Radikal bebas yang terkandung dalam obat dapat memicu reaksi peroksidasi pada asam lemak tak jenuh pada retikulum endoplasmik sel hati, sehingga terjadi degenerasi lemak dan nekrosis pada sel yang bersangkutan.
  2. Stres oksidatif, juga disebabkan radikal bebas. Proses ini dapat menyebabkan berkurangnya glutation dalam sel hati, sehingga terjadi gangguan keseimbangan kalsium dan kerusakan sel yang bersangkutan.
  3. Penghambatan oksidasi, juga dapat menyebabkan reaksi peroksidasi lipid.
  4. Penghambatan sintesis protein melalui inhibisi enzim RNA polimerase, yang menyebabkan nekrosis lemak dan kematian sel.
  5. Penghambatan transportasi asam empedu pada sistem saluran kanalikuler intrahepatik.
  6. Reaksi imunoalergenik (berupa reaksi sitotoksik akibat paparan antigen asing)
  7. Efek karsinogenesis, terutama oleh metabolit obat yang sangat aktif atau teraktivasi berlebihan oleh substansi asing.

Berikut ini adalah daftar obat yang bersifat hepatotoksik, sesuai dengan gejala yang ditimbulkannya. Adapun daftar dibuat berdasarkan mekanisme hepatotoksik yang dimiliki suatu obat. Obat yang semakin sering muncul adalah obat yang memiliki beberapa efek hepatotoksik sekaligus, sehingga secara umum lebih hepatotoksik dibanding obat lain yang jarang muncul.

1. Obat yang mengakibatkan gejala mirip hepatitis viral akut

Allopurinol Diklofenak Fenobarbital Kuinin Piroksikam
Antidepresan trisiklik Diltiazem Halotan Labetalol Probenesid
Asam asetilsalisilat Enfluran Ibuprofen Maprotilin Ranitidin
Asam paraaminosalisilat Etambutol Indometasin Metoprolol Simetidin
Asam valproat Etionamid Isoniazid Naproksen Sulfonamid
Asebutolol Fenelzin Karbamazepin Parasetamol Sulindak
Atenolol Fenilbutazon Ketokonazol Penisilin Verapamil
Dantrolen Fenitoin Kuinidin Pirazinamid

2. Obat yang mengakibatkan gejala mirip hepatitis kronik aktif

Asetaminofen (dosis besar dan lama) Dantrolen Isoniazid Metildopa Nitrofurantoin

3. Obat yang mengakibatkan gejala mirip fatty liver

Antitiroid Asam valproat Fenotiazin Metotreksat Sulfonamid
Asam asetilsalisilat Fenitoin Isoniazid Steroid Tetrasiklin

4. Obat yang mengakibatkan ikterus obstruktif

Aktinomisin D Eritromisin Kaptopril Merkaptopurin Sefalosporin
Amoksisilin + asam klavulanat Fenitoin Karbamazepin Metiltestosteron Siklofosfamid
Antidepresan trisiklik Flurazepam Karbimazol NSAID Siklosporin
Azatioprin Flutamid Ketokonazol Nifedipin Sulfonamid
Danazol Gliburid Kloksasilin flekainid Nitrofurantoin Tamoksifen
Diazepam Griseofulvin Klordiazepoksid Noretandrolon Tiabendazol
Disopiramid Garam emas Klorpropamid Oksasilin Tolbutamid
Enalapril Haloperidol Kontrasepsi oral Penisilamin Verapamil
Rifampisin

5. Obat yang mengakibatkan gejala mirip sirosis biliaris

Asam valproat + klorpromazin Fenotiazin Klorpropamid + eritromisin Tiabendazol Tolbutamid
Fenitoin Imipramin

6. Obat yang mengakibatkan granuloma hepar

Allopurinol Fenilbutazon Hidralazin Klorpromazin Penisilin
Asam asetilsalisilat Fenitoin Isoniazid Kuinidin Sulfonamid
Diltiazem Garam emas Karbamazepin Nitrofurantoin Tolbutamid
Disopiramid

7. Obat yang mengakibatkan sirosis antara lain asam nikotinat, metotreksat, dan terbinafin.

8. Obat yang mengakibatkan tumor hati

Danazol Kontrasepsi oral Steroid anabolik Testosteron

9. Obat yang mengakibatkan kerusakan pembuluh darah portal

Adriamisin Karmustin Metotreksat Steroid anabolik Vinkristin
Azatioprin Kontrasepsi oral Mitomisin Tioguanin Vitamin A
Dakarbazin Merkaptopurin Siklofosfamid + Siklosporin

Referensi

  1. NN. Drugs That Causes Liver Damage. URL: http://hepcnet.net/drugsandliverdamage.html
  2. Kuntz E & Kuntz HD. Hepatology. Berlin-Heidelberg: Springer-Verlag, 2008; pp.556-575.

(hnz)