Penyakit malaria itu seperti apa? Bagaimana cara penularannya?

Malaria merupakan penyakit infeksi parasit, yang ditularkan lewat gigitan nyamuk Anopheles betina. Parasit yang menyebabkan malaria berasal dari genus Plasmodium, dengan empat spesies yaitu P.falciparum, P.vivax, P.ovale, dan P.malariae. Gejala klinis malaria ditandai dengan pola demam remiten yang khas dengan masa laten 48 jam (malaria tertiana / vivax), 72 jam (malaria kuartana / malariae), atau iregular (malaria tropika / falciparum) disertai menggigil dan diikuti keringat yang berlebihan. Pola demam ini dapat menghilang dengan terapi antimalaria. Gejala tersebut didahului fase prodromal yang ditandai sakit kepala dan perasaan lelah yang berlebihan. Dari pemeriksaan fisik dapat ditemukan pembesaran hati dan limpa, serta ikterus. Malaria falciparum paling berbahaya di antara malaria lainnya, karena dapat menimbulkan komplikasi neurologis. Masa inkubasi malaria tergantung pada jenis parasit yang menginfeksi. Masa inkubasi rata-rata malaria adalah 6-14 hari, namun dapat mencapai puluhan tahun untuk malaria vivax dan malaria malariae. Populasi yang rentan terkena malaria adalah orang yang terpapar terus-menerus oleh nyamuk Anopheles, anak-anak, turis dari negara nonendemik, dan ibu hamil.

Di daerah mana saja malaria masih sangat menular?

Malaria sudah menjangkiti manusia sejak abad ke-28 Sebelum Masehi di Cina, khususnya daerah rawa-rawa. Karena itulah orang-orang abad pertengahan menamainya malaria (dari bahasa Italia yang artinya “udara yang buruk”). Perkembangan pengobatan malaria besar-besaran mulai terjadi pada abad 19. Saat ini malaria tidak lagi endemik di negara-negara Eropa, namun masih cukup banyak kasus yang ditemukan di negara-negara tropis maupun akibat perjalanan antarnegara; khususnya dari Afrika, Amerika Latin, dan Asia Selatan (India dan sekitarnya).

Berikut ini distribusi daerah yang masih endemik malaria di seluruh dunia.

malariaworld

Bagaimana seseorang bisa terjangkit malaria? Apa yang terjadi dalam tubuhnya?

Siklus hidup Plasmodium sp. (CDC)

Siklus hidup Plasmodium sp. (CDC)

Siklus hidup Plasmodium meliputi siklus sporozoit di tubuh nyamuk, serta siklus trofozoit (eksoeritrositer dan endoeritrositer) di tubuh manusia. Siklus sporogonium (pembentukan sporozoit) ditandai dengan penggabungan makrogametosit dan mikrogametosit membentuk ookista yang berisi sporozoit. Gigitan nyamuk akan memasukkan sporozoit ke dalam sirkulasi darah manusia. Dalam sirkulasi darah manusia, sporozoit memasuki sel-sel hati (hepatosit) membentuk skizon yang berisi trofozoit. Skizon matang akan pecah dan trofozoit imatur menginvasi eritrosit (sel darah merah). Trofozoit akan mengalami maturasi dan berkembang membentuk skizon berikutnya. Sebagian trofozoit dapat membentuk gametosit (mikrogametosit dan makrogametosit), untuk selanjutnya mengalami pembuahan dalam tubuh nyamuk. Pada saat yang bersamaan dengan penderita malaria mengeluhkan demam menggigil, skizon pecah dan mengeluarkan trofozoit ke dalam sirkulasi darah.

Apakah malaria bisa dicegah dengan vaksinasi? Mengapa vaksin malaria semakin dibutuhkan?

Vaksinasi malaria semakin dirasakan perlu seiring dengan meningkatnya morbiditas dan mortalitas akibat malaria. Dalam 1 tahun insidensi infeksi malaria mencapai 300-500 juta kasus. Selain itu resistensi parasit terhadap obat antimalaria dan racun serangga juga semakin banyak ditemukan. Vaksin malaria sudah dikembangkan sejak tahun 1970-an, namun belum ada satupun vaksin yang efektif sampai saat ini. Salah satu metode pertama yang dikembangkan pada tahun 1970-an adalah dengan radiasi sporozoit. Sampai sekarang sudah berhasil dikembangkan tiga produk kandidat calon vaksin malaria di masa mendatang; yaitu Sanaria Pf SPZ, RTS-S (untuk malaria falciparum), dan PvRII (untuk malaria vivax).

(bersambung ke bagian kedua)

(hnz)