Teman-teman yang sering men-download (mengunduh) / upload, atau mengirim file ke teman lainnya, pasti kenal dengan program ini. WinRAR adalah program arsip (archiver) untuk mempermudah transfer beberapa file sekaligus yang relevan dalam satu tipe. Misalnya hasil unduhan PC minigames (hobi gw nih! J), movies, program (bajakan, of course), dan masih banyak lagi. Sebenarnya manfaatnya mungkin tidak hanya itu. Yang jelas program ini sudah jadi barang wajib di komputer hampir semua orang. Bagi teman-teman yang membutuhkan program ini, silakan diambil di tempat ini dengan cracknya (credit to original uploader).

Arsip RAR bisa dipartisi, sehingga program WinRAR tersebut bermanfaat untuk pengiriman atau penyimpanan file yang bermuatan besar; misalnya video, PC game, DVD, atau movie. Caranya dengan mengklik kanan file yang mau diarsip, terus pilih Add to archive. Muncul kotak dialog. Di sisi kiri bawah ada bagian Split to volume, bytes; dari situ pilih ukuran file yang mau dipartisi. Hanya saja yang gw belum tahu adalah, apa artinya pilihan Autodetect (maklum biasa milihnya yang CD 700 MB, sesuai kemampuan komputer). Mungkin ada yang tahu?

Terus terang gw jarang menggunakan WinRAR untuk keperluan archiving. Paling hanya perlunya pas membuka file hasil unduhan saja. Tapi karena seringnya gw membuka hasil unduhan tersebut, gw jadi lebih mengenal kelemahan WinRAR 3.80 (ah, sebenarnya ini hanya nama versi saja, tidak masalah mau WinRAR berapapun versinya, menurut gw lebih kurang sama aja).

Berikut ini beberapa kelemahan WinRAR 3.80 yang berhasil gw temukan.

  1. Hindari kebiasaan menyimpan file rahasia ke dalam satu arsip RAR. Arsip RAR yang mengalami corrupt ketika dimasukin file baru (misalnya listrik mati, atau batere laptop abis, atau musibah apa saja yang menyebabkan komputer mati mendadak) bisa rusak total, berikut file-file yang sudah ada dalam RAR itu sebelumnya.
  2. Masih berhubungan dengan poin nomor 1. Kalau RAR tersebut ber-password, password-nya pun ikut rusak. Alias kalaupun Anda memasukkan password dengan benar, RAR-nya tetap nggak bisa dibuka (minimal nggak bisa di-extract). Berarti RAR-nya rusak dan gak bisa dibuka lagi dong? That’s right
  3. Password RAR lupa atau hilang? Atau habis mengunduh nggak tahu password? Yang sering mengunduh (download) pasti tahu… menyedihkan sekali, apalagi kalau koneksi lambat, sudah dibela-belain ternyata malah minta password. Celakanya kalau kita nggak tahu apa password-nya. Apalagi ditambah fakta “menyedihkan” bahwa RAR, tidak seperti ZIP, tidak mempunyai program pembuka password yang mampu bekerja dengan cepat. Bisa sih, pakai RAR password recovery, tapi tetap aja lama. Belum lagi kalau password-nya panjang, bisa-bisa butuh waktu 1-2 tahun untuk si program buat menemukan password yang hilang. Jadi solusinya adalah, pastikan Anda tahu password RAR yang Anda incar, dan pastikan password itu bekerja!
  4. Maka itu kalau Anda hobi men-download (alias mengunduh), kalau bisa dengarkan dulu komentar orang-orang yang sudah lebih dahulu mengunduh file tersebut. File RAR (dari pengalaman gw) sering bermasalah dan kalau Anda tidak mau kecewa setelah mengunduh, lebih baik sedia payung sebelum hujan, bukan?

(hnz)