Lihat gambar berikut ini. Dari mana datangnya angka 440 kalori? Apakah jumlah kalorinya benar?

BistroPestoGrChkn_NFT

Perhitungan kalori dari makanan secara singkat menggunakan metode 4-4-9 (dulu disebut juga Atwater conversion). Jumlah kalori untuk karbohidrat adalah 4 kalori per 1 gram karbohidrat total, untuk protein adalah 4 kalori per 1 gram protein total, dan 9 kalori per 1 gram lemak total. Kolesterol tidak dihitung. Jika dicantumkan kadar alkohol, jumlah kalorinya adalah 7 kalori per 1 gram.

Untuk produk makanan di atas sebagai contoh, kalorinya dihitung dengan menjumlahkan kalori dari karbohidrat, protein, dan lemak. Dari karbohidrat, diperoleh 53 x 4 = 212 kalori. Dari protein, diperoleh 15 x 4 = 60 kalori. Dari lemak, diperoleh 19 x 9 = 171 kalori. Jumlahnya adalah 212 + 60 + 171 = 443 kalori. Berbeda sedikit… tetapi tidak jauh. Adapun perbedaan ini disebabkan oleh pembulatan jumlah gram makronutrien.

Coba buktikan dengan contoh berikut ini. Selamat mencoba!

fullstrength-nutrition-facts-chocolate

Sumber: http://nbez.biz/449.shtml

(hnz)

Saat ini sudah tersedia banyak macam produk makanan yang beredar di pasaran. Tapi apakah makanan itu sesuai dengan kebutuhan gizi kita? Hal itu bisa Anda ketahui dari nutrition facts (informasi nilai gizi). Cara membacanya dapat disimak dalam tulisan berikut ini.

contoh label nutrisi

Serving size (takaran saji)

Berapa banyak bahan makanan dalam kemasan yang digunakan dalam 1 kali makan makanan tersebut. Angka ini juga dipakai sebagai acuan nilai gizi zat-zat yang tertulis di bawahnya. Ingat saja, di bawahnya ‘kan ada tulisan “amount per serving”? Jadi kalau Anda makan dalam porsi 2 kali lipatnya, semua angka yang tertera di nilai gizi di bawahnya harus dikali 2. Demikian juga jika Anda makan setengahnya.

Servings per container (jumlah penyajian)

Dalam berapa kali makan Anda bisa menghabiskan satu kemasan penuh produk makanan tersebut. Misalnya tertera angka 12. Berarti dengan memenuhi takaran saji yang tepat, Anda akan menghabiskan seluruh produk itu dalam 12 kali makan. Tentu saja angka ini didapat dari berat bersih makanan dibagi takaran saji.

Calories (energi, kalori)

Jumlah kalori yang terkandung dalam satu kali penyajian makanan tersebut. Bermanfaat untuk memperhitungkan kecukupan kalori per hari.

Calories from fat (energi dari lemak)

Diharapkan dalam sehari, diet kita mengandung lemak tidak lebih dari 25-30% kebutuhan kalori harian. Perhitungkan juga kecukupan kalori dari lemak, agar tidak lebih dari ambang 25-30% tersebut. Hal ini penting karena kelebihan lemak dapat meningkatkan risiko sakit jantung, perlemakan hati, dan kanker. Misalnya suatu produk makanan mengandung kalori 140 dan kalori dari lemak 70. Artinya dengan makan makanan tersebut, kita memperoleh 50% energi makanan dari lemak. Ini sudah lebih dari batas 30%. Jadi dalam sehari, makanan ini harus diimbangi dengan makanan rendah lemak. Untuk orang yang obesitas atau mencoba untuk mengurangi berat badannya, kebutuhan lemak tidak lebih sedikit atau lebih banyak daripada diet biasa. Hanya saja perlu diingat, bahwa lemak jenuh hendaknya kurang dari 7% dan lemak trans kurang dari 1% (ini akan dibahas kemudian).

Total fat (lemak total)

Lemak total menunjukkan berapa gram lemak yang terkandung dalam makanan dan persentasenya TERHADAP DIET 2000 KALORI (jadi kalau kebutuhan kalori Anda kurang dari 2000, persentasenya otomatis lebih tinggi!). Di bawahnya biasanya ada tulisan:

  • Saturated Fat (lemak jenuh), merupakan jumlah lemak jenuh dari makanan.
  • Trans fat (lemak tak jenuh trans). Lemak tak jenuh terdiri atas 2 macam, yaitu tipe cis dan trans. Lemak trans berkaitan dengan risiko karsinogenik. Batasi konsumsi lemak tak jenuh trans agar tidak lebih dari 2 gram per hari.
  • Omong-omong, unsaturated fat (lemak tidak jenuh) hampir tidak pernah tercantum dalam label, sehingga untuk mengetahui jumlahnya, kurangi total fat dengan jumlah saturated fat dan trans fat.
  • Di Indonesia, produk makanan biasanya tidak mencantumkan trans fat. Melainkan yang dicantumkan hanya total lemak, lemak jenuh, MUFA (asam lemak tak jenuh tunggal), dan PUFA (asam lemak tak jenuh ganda). Dan…. Kalau Anda jumlahkan lemak jenuh, MUFA, dan PUFA; biasanya jumlah itu tidak sama dengan total lemak. Ke mana selisih angka itu? Angka itu adalah trans fat.

Cholesterol (kolesterol), faktor lain yang terkait erat dengan lemak dan berasal dari hewan. (NB: Tidak ada minyak yang mengandung kolesterol.) Merupakan salah satu unsur yang perlu diperhatikan dalam pencegahan penyakit kardiovaskuler. Batas konsumsi kolesterol harian adalah 300 mg, dan untuk pasien hiperlipidemia 200 mg.

Sodium (natrium) meliputi garam alami dan garam tambahan. Biasanya garam dapur (NaCl) mengandung natrium sebanyak 40%. Dalam sehari sebaiknya kita tidak mengkonsumsi natrium lebih dari 2300-2400 mg per hari (setara dengan 1 sendok teh garam). Orang yang menderita hipertensi hendaknya membatasi konsumsi natrium sampai di bawah 1500 mg (hipertensi derajat I) atau 800 mg (hipertensi derajat II).

Total carbohydrate (karbohidrat total), mencakup seluruh karbohidrat dari buah, sayuran, tepung terigu, gandum, dan serealia. Dalam diet sehari, jumlah karbohidrat biasanya meliputi 45-65% (bervariasi antarnegara). Di bawahnya terdapat beberapa unsur:

  • Dietary fiber (serat), meliputi sumber ekstrak buah, sayur, kacang-kacangan, dan gandum. Anjuran konsumsi serat dalam sehari adalah 25-30 gram. Serat dapat membantu pencernaan dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskuler.
  • Sugar (glukosa, gula), menunjukkan berapa banyak dari karbohidrat yang terdiri atas glukosa murni. Glukosa murni cepat menaikkan kadar glukosa darah, karena itu penderita toleransi glukosa terganggu atau diabetes melitus sebaiknya menghindari makanan dengan glukosa murni yang tinggi.

Protein, mencakup semua protein hewani dan nabati. Protein hewani otomatis juga mengandung sejumlah lemak dan kolesterol, karena itu perhitungan lemak juga perlu memasukkan unsur protein hewani ke dalamnya. Diet harian biasanya terdiri tidak lebih dari 10-20% kebutuhan kalori.

Vitamin dan Mineral. Biasanya suatu produk makanan hanya memenuhi sedikit kebutuhan vitamin dan mineral harian. Kebutuhan vitamin dan mineral harian dapat dipenuhi dengan makan makanan yang bervariasi.

Daily value (nilai kebutuhan harian). Makanan yang beredar di Indonesia umumnya tidak mencantumkan unsur ini. Tabel ini memuat informasi kecukupan diet dan unsur-unsur makronutrien lainnya berdasarkan diet 2000 kalori.

(hnz)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.