ele-bubble-s

Soft drink, champagne, dan tablet effervescent. Ketiga jenis minuman ini memiliki kesamaan pada gelembung gas bertekanan yang berbuih. Tablet effervescent agak berbeda karena baru berbuih jika dimasukkan dalam segelas air. Air yang ke dalamnya dilarutkan gas karbondioksida disebut juga air berkarbonasi. Apa yang sebenarnya terjadi pada minuman-minuman ini?

Gelembung gas yang keluar dari minuman tersebut berasal dari proses pelepasan gas dari larutan, yang disebut sebagai proses effervescence. Pelepasan gas karbondioksida dapat timbul sebagai produk reaksi antara asam sitrat dan natrium bikarbonat, membentuk natrium sitrat dengan produk sampingan air dan karbondioksida. Asam karbonat, dalam tekanan tinggi, dapat melepaskan gas karbondioksida dalam air. Dalam kondisi ini karbondioksida dapat larut dalam air jika diberi tekanan. Proses ini disebut sebagai karbonasi buatan. Sedangkan karbonasi alami terjadi lewat proses fermentasi. Champagne, produk fermentasi anggur, merupakan salah satu contohnya.

Kualitas karbonasi minuman ditentukan oleh jumlah karbondioksida dan asam karbonat dalam minuman, dengan menggunakan sensor karbonasi gelombang inframerah. Jumlah ini dinyatakan dalam gram per liter.

Untuk apa minuman dikarbonasi? Selain untuk memberikan rasa menggigit pada minuman ringan (soft drink), karbonasi kadang ditujukan untuk menambah oksigen bebas dalam minuman soda, sehingga pH minuman dapat berkurang sedikit. Karbonasi juga berperan sebagai pembersih cat atau pembersih karpet.

Mengapa busa karbonasi bisa hilang? Ada beberapa kondisi khusus di mana busa karbonasi hilang. Di daerah bertekanan atmosfer tinggi (misalnya kamar hiperbarik atau bawah permukaan laut), membuka kemasan minuman karbonasi tidak akan disertai gelembung. Hal ini dikarenakan tekanan udara sekitar dan tekanan dalam botol sama besar. Berbeda halnya dengan membuka minuman di udara terbuka, busa karbonasi bisa muncul karena tekanan udara sekitar lebih rendah daripada tekanan dalam botol.

Kondisi lainnya adalah jika botol kemasan minuman karbonasi dikocok kuat-kuat, terlebih jika botol lagi tidak penuh. Keadaan ini membuat gas karbondioksida yang ada dalam minuman terlepas ke udara yang memenuhi sisa volume botol, dan gas yang tersisa dalam minuman akan berkurang. Semakin banyak udara di dalam botol, gas semakin mudah habis jika minuman dikocok.

(hnz)

About these ads