Sebelumnya di golongan darah manusia….

Pada bagian pertama telah dibahas apa itu golongan darah, apa yang menjadi ciri biologis suatu golongan darah tertentu, dan bagaimana golongan darah ABO diturunkan dalam keluarga.

Bagaimanakah golongan darah Rh diturunkan dalam keluarga?

Fenotipe golongan darah Rh diatur oleh tiga pasang gen, yang diberi kode C/c, D/d, dan E/e. Gen yang berperan adalah kode D/d. Hanya genotipe d/d yang memberikan fenotipe Rh negatif, sedangkan genotipe D/D dan D/d memberikan fenotipe Rh positif. Faktor Rh juga diturunkan lewat persilangan genetik Mendel. Dua orang tua dengan Rh positif heterozigot mungkin memiliki anak dengan Rh negatif. Sedangkan wanita Rh negatif dapat memiliki anak Rh positif dengan pria Rh positif homozigot.

Benarkah bahwa perbedaan ras di seluruh dunia dapat mempengaruhi distribusi golongan darah?

Benar. Memang golongan darah ABO, baik itu Rh (+) maupun Rh (-), umumnya terdistribusi dengan golongan darah O paling dominan, diikuti golongan darah A, B, dan terakhir golongan darah AB paling tidak umum. Namun distribusi ini bervariasi jika ditinjau antarbangsa. Di kalangan orang Asia dan Afrika golongan arah Rh (-) sangat tidak umum (kurang dari 1%), sedangkan pada bangsa Basque (di Spanyol dan Prancis) populasi dengan Rh (-) mencapai 35%. Bangsa Eropa lain rata-rata memiliki populasi Rh (-) 15%. Di Turki dan Norwegia golongan darah A lebih banyak daripada O. Distribusi golongan darah di Amerika Serikat dapat dilihat pada ilustrasi berikut.

Distribusi golongan darah di USA

Distribusi golongan darah di USA

Bagaimana cara memeriksa golongan darah? Apa yang dilihat pada hasilnya?

Golongan darah ABO diperiksa dengan mengambil darah kapiler sebanyak 2 tetes yang diletakkan pada kaca objek terpisah. Tetes yang pertama ditambah 1 tetes serum yang mengandung anti-A, dan tetes kedua ditambah 1 tetes serum anti-B. Tambahkan larutan NaCl 0.9% secukupnya, kemudian lakukan pengenceran. Yang dilihat adalah reaksi aglutinasi (penggumpalan berbentuk bintik-bintik merah gelap atau merah kehitaman), yang terjadi antara aglutinin dan aglutinogen yang sesuai. Sama halnya dengan uji Rh. Serum yang ditambahkan mengandung anti-D (anti-Rh), sehingga jika tampak hasil aglutinasi berarti Rh positif, demikian sebaliknya.

Hasil yang terlihat dari uji golongan darah ABO adalah sebagai berikut.

1) Golongan darah AB

AB type

2) Golongan darah A

A type

3) Golongan darah B

B type

4) Golongan darah O

O type

Bagaimana jika seorang ibu mengandung fetus dengan golongan darah berbeda? Apa akibat yang dapat terjadi pada janinnya?

Sebagian besar ibu hamil mampu mempertahankan kehamilan terhadap fetus dengan golongan darah berbeda dengan baik. Darah fetus relatif lebih sedikit daripada darah ibu secara sistemik, sehingga golongan darah yang berbeda akan mendorong sistem imunitas ibu untuk membentuk antibodi terhadap eritrosit fetus. Antibodi tersebut berupa IgG, imunoglobulin yang dapat melewati plasenta, sehingga dalam jumlah besar dapat mengakibatkan hemolisis eritrosit fetus dan bayi akan mengalami penyakit hemolitik pada waktu lahir (ditandai dengan ikterus dan anemia berat). Hal ini sering ditemukan pada:

  • Ibu golongan darah O, fetus golongan darah A atau B (AB tentu tidak. Kenapa?). Hemolisis pada anak pertama biasanya lebih berat, anak-anak berikutnya tidak begitu berat. Apalagi kalau ayahnya golongan darah AB.
  • Ibu dengan Rh negatif, fetus dengan Rh positif. Hemolisis pada anak pertama biasanya tidak begitu berat, anak-anak berikutnya semakin berat (Alasannya sudah dibahas di bagian pertama tulisan ini).

Mungkinkah golongan darah seseorang berubah?

Biasanya tidak. Sebagian besar orang akan memiliki golongan darah yang sama sepanjang hidupnya, walaupun ia telah mendapat transfusi darah atau transplantasi organ non-sumsum tulang. Dalam kasus tertentu penyakit infeksi, keganasan (misalnya kanker lambung), penyakit autoimun (lupus eritematosus sistemik). Pengecualian untuk transplantasi sumsum tulang, karena  prosedur ini dapat mengubah golongan darah resipien menjadi sesuai dengan golongan darah donornya (biasanya berubah menjadi O). Belakangan pada tahun 2007, para ahli mengajukan hipotesis bahwa karena golongan darah tersusun dari sejumlah glikoprotein dan gula (karbohidrat), ada kemungkinan golongan darah dapat diubah dengan enzim tertentu. Penelitian terhadap hal ini masih bersifat eksperimental dan belum diujicobakan pada manusia.

Apakah golongan darah mencerminkan kerentanan terhadap penyakit tertentu?

Mungkin saja, namun penyakit itu tidak terkait dengan golongan darah yang biasa kita kenal. Dua contoh yang cukup signifikan dalam hal ini: Sistem golongan darah Kell yang berkaitan dengan kerentanan terhadap sindrom McLeod; serta sistem golongan darah Duffy yang berkaitan dengan kerentanan terhadap malaria (tidak ada antigen Duffy lebih kebal terhadap malaria).

(bersambung ke bagian ketiga)

(hnz)

About these ads